PROLOG
"Sirine ambulan itu menjauh dari telinga. Padahal, aku berada di dalam nya. Aku bagai bernafas dalam cangkang. Gelap, pengap dan samar. Tuhan, hidupkan aku ditengah kematian ku. Terdengar tangis dan aku sadar, detak jantung itu berhenti tertelan waktu. "Ibu, aku ikut jangan tinggalkan aku." Seakan semua berhenti, detik, detak yang ku dengar berhenti bersamaan. Tuhan, berikan aku keikhlasan itu. **** Aku menceritakan sedikit tentang ku, mungkin makna nya tidak terlalu berarti untuk sebagian orang. Tapi, bagiku ini adalah perjalanan yang benar-benar membawaku pada dewasa yang tak terukur, membuatku hidup kembali setelah aku mati berkali-kali. Nama ku Anindya, artinya sempurna dan tak bersalah. Begitulah kiranya maksud nenek memberi nama ku anindya. Katanya, agar aku menjadi wanita yang sempurna serta senantiasa berada di posisi yang benar. Aku anak pertama. Mungkin semua teman-teman ku menyebut aku sebagai anak yang penuh dengan ambisi, keras kepala dan mandiri. Karena, ...